KATEGORI

Dewan Respon Positif Peraturan Jam Operasional THM

image

Penetapan jadwal jadwal buka tutup Tempat Hiburan Malam (THM) selama bulan suci Ramadan kembali dilakukan dengan metode Triple 3. Dengan pengaturan yakni tutup tiga hari di awal, tiga hari di tengah dan tiga hari di akhir bulan. Sehingga dengan demikian, selama Ramadan, THM wajib menutup tempat usaha mereka selama sembilan hari.

DPRD Batam merespon positif ketentuan tersebut. Menurut Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Ruslan M Ali Hasyim, Selasa, 7 Juni 2016, tindakan itu penting, agar suasana kondusif di masyarakat tidak terganggu dalam menjalankan ibadah.

“Dewan tentunya mendukung karena  semua umat beragama harus saling menghormati. Mari kita ciptakan suasana yang kondusif khususnya bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadan ini,” ujar Ruslan.

Ruslan menilai, pencabutan izin usaha yang diberlakukan Pemko Batam mampu memberikan efek jera bagi THM yang membandel dengan peraturan tersebut. “Adanya sanksi pencabutan izin usaha dari pemko dinilai juga mampu memberi efek jera,” paparnya.

Ruslan menyarankan perlu adanya pengawasan yang intensif terhadap pengusaha hiburan malam yang tetap beroperasi di tengah masyarakat Muslim yang sedang berpuasa. “Jadi kalau ada ketahuan, pemerintah juga harus tegas berikan sanksi itu,” sebutnya.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan mengatakan bahwa tindakan penertiban tempat hiburan perlu dilakukan pada bulan ramadhan.

“Kita memang meminta Pemko untuk menertibkan tempat hiburan dan warung makan ketika akan masuk bulan Ramadhan. Kami yakin akan itu, sebab sudah menjadi agenda tahunan,”terangnya.

Menurutnya, tindakan penertiban tidak akan sulit dilakukan. Karena masyarakat Batam sudah sangat memahami aturannya. Maka dari itu, tentunya hal ini harus kembali diingatkan kepada pemerintah dan juga masyarakat untuk bisa bersama-sama mentertibkan serta mengawasinya.

Menurut Safari, diharapkan selama Ramadhan ini pemerintah harus mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan kenyamanan untuk beribadah, serta meminta masyarakat kita untuk menjaga toleransi dan saling menghargai antar sesama umat beragama.

Sebelumnya, pembahasan buka tutup THM sempat jadi perdebatan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam. Sebab, Majelis Ulama indonesia (MUI) Batam berharap agar THM di Batam tutup penuh selama Ramadan.

Hal itu dilakukan agar umat Muslim fokus menjalankan ibadah di bulan suci. Sementara, beberapa FKPD menyerahkan kebijakan itu kepada Pemko Batam. Buka tutup tempat hiburan malam tahun ini masih mengacu kepada Perwako lima tahun lalu.

“Kita beri SP dulu, sampai tiga kali. Jika tetap tak mengindahkan maka izin usaha akan kita cabut. Namun sejauh ini hanya sampai SP 2, tahun lalu ada sekitar 14 THM yang melanggar,” jelas Kadis Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri. RED

Copyright © 2018 SEKRETARIAT DPRD KOTA BATAM · All Rights Reserved