KATEGORI

Komisi IV Warning Penyelesaian Pembangunan Puskesmas Rempang Cate

image

 

PARLEMENTARIA – Proses pembangunan Puskesma Rempang Cate yang terletak di Kecamatan Galang ternyata tidak progresif. Hal ini terungkap saat Komisi IV DPRD Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Rempang Cate, Galang, Kamis, 15 September 2016).
Sidak ini dilakukan guna menindaklanjuti pertemuan Komisi IV DPRD dengan Dinas Kesehatan, Inspektorat dan Bagian Keuangan terkait penggunaan dana alokasi khusus, untuk kegiatan fisik di Dinas Kesehatan.
Komisi IV DPRD Kota Batam yang diketuai Riky Indrakari pun melakukan peninjauan progres pembangunan Puskesmas.
Sesuai kontrak No.102/kont/sarkes.fisik.dak/dk/vii/2016, pembangunan puskesmas dengan seniali Rp9,36 M, dan masa pelaksanaan 160 hari kerja itu, ditargetkan selesai pada 25 Desember. Dengan pelaksan proyek adalah  PT Buana Mitra Graha sebagai kontraktor, sedangkan konsultan pengawas adalah CV Imigide Consulting Engineers.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Fauzan kepada pers mengatakan, sidak yang mereka lakukan terkait Dana Alokasi Khusus (DAK). “Kalau sampai akhir tahun tak selesai, akan jadi catatan buruk bagi Pemko Batam,” sebutnya.
Anggota Komisi IV mengaku pesimis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu melihat kondisi di lapangan yang tidak mengembirakan yang diperkirakan hanya mencapai 20 persen. “Itu sebabnya, Komisi IV DPRD Kota Batam meminta Wali Kota Batam Rudi, dapat bertindak tegas. Kalau perlu KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) - nya dipecat,” tegas Fauzan.
Fauzan mengatakan, pihaknya masih akan melakukan monitoring terhadap pembangunan puskesmas tersebut. Tujuannya agar pembangunan bisa selesai tepat waktu. Di sisi lain, DAK untuk kegiatan Dinkes bisa dipergunakan maksimal.
“Ini akan kami kawal terus. Tak berhenti sampai di sini. Mesti ada gerakan-gerakan sporadis. Evaluasi volume pekerjaan yang tertinggal dan berapa man power per harinya. Darisitu kita bisa selesaikan. Kami minta kontraktor buat schedule pekerjaan sampai waktu pelaksanaan selesai,” kata Fauzan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri menambahkan, dana alokasi khusus untuk kegiatan fisik di Dinkes saat ini, yakni sebesar Rp21,4 M. Dana itu diperuntukkan untuk tiga kegiatan, yakni pembangunan puskesmas, pengadaan empat mobil ambulance dan obat-obatan.
“Dari Kementerian keuangan mereka harus buat laporan per 30 November. Makanya kami turun untuk memantau ini. Jangan sampai DAK tak terserap. Sudahlah APBD kita defisit karena penggunaannya tak terserap baik, tahun depan DAK kita turun,” kata Ides. RED – PARLEMENTARIA

 

Copyright © 2018 SEKRETARIAT DPRD KOTA BATAM · All Rights Reserved