KATEGORI

Islamic Center Batam Terkendala Lahan

image

Rencana pembangunan Islamic Center di Batam tidak berjalan mulus. Soal ketersediaan lahan menjadi kendala, akibatnya hingga saat ini proses pembangunan ikon dan pusat kajian dan pengembangan dakwah di Batam ini jalan di tempat karena terhambat masalah penyerahan lahan dari BP Batam.

“Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Tata Kota (Distako) Batam, kita singgung masalah Islamic Center ini. Sama dengan jawaban tahun lalu, Distako akui belum ada jawaban terkait serah terima lahan,” ujar Rohaizat anggota Komisi III DPRD Batam, Selasa, 25 Oktober 2016.

Padahal, lanjutnya, Detail Engineering Design (DED) bangunan sudah jauh-jauh hari dibuat. Begitu juga biaya pembangunan sudah dianggarkan sejak pembahasan APBD murni 2015 lalu. Namun menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) lantaran tak ada kejelasan lahan.

“Akhir tahun 2015 tak ada realisasi dan menjadi silpa. Pembangunan ditunda dan dilanjutkan lagi di tahun 2016 dengan harapan penyerahan lahan sudah diberikan BP Batam,” tuturnya.

Tidak tanggung-tanggung, tahun 2016 ini, anggaran yang diusulkan dan disahkan DPRD Batam untuk membangun Islamic Center mencapai Rp 6,347 miliar. Anggaran ini dialokasikan pada APBD murni Kota Batam tahun 2016.

“Kalau tak ada kejelasan, tak menutup kemungkinan juga akan menjadi silpa lagi,” sambungnya.

Sementara pemko bahkan berencana akan membatalkan pembangunan Islamic Center jika hingga akhir tahun tetap tak ada pemberian lahan dari BP Batam. Kondisi ini, kata Rohaizat, tentu sangat disesalkan, apalagi kehadiran Islamic Center ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat.

Islamic Center merupakan mimpi Walikota Batam Ahmad Dahlan di akhir masa jabatannya. Dahlan menyatakan pembangunan gedung Islamic Center sudah diajukan dalam APBD. Berharap, tidak ada rintangan sehingga gedung yang berada di sekitar Masjid Agung Batam itu dapat dibangun.

Islamic Center ini nantinya akan menambah fasilitas keagamaan, setelah berdirinya Quran Center sebagai pusat kajian dan menghafal Alquran, serta astaka MTQ yang menjadi ikon Islam Batam. Pusat kajian Islam itu diharapkan menjadikan Batam sebagai pusat wisata religi.

“Ini yang kita sesalkan, jangan sampai keberadaan BP Batam menghambat pembangunan yang sudah direncanakan Pemko Batam,” tegasnya. RED - PARLEMENTARIA

 

Copyright © 2018 SEKRETARIAT DPRD KOTA BATAM · All Rights Reserved