KATEGORI

Komisi I Sidak Keberadaan PSK Asing

image

Komisi I DRPD Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat beroperasinya Pekerja Seks Komersia (PSK) asing. Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa mengungkapkan, modus operasi PSK asing ini sering berpindah-pindah tempat agar tidak mudah terdeteksi.

Dalam sidak tersebut ditemukan, empat dari 10 tempat hiburan malam yang diduga mempekerjakan PSK asing.  “PSK asing di Batam memang banyak. Mereka ada di tempat-tempat tertentu. Kalau kondisi ramai, mereka didrop. Ada kendaraan yang mengantarnya,” kata Musofa kepada media, Rabu 26 Oktober 2016.

Dari hasil sidak Komisi I tersebut juga diperoleh data bahwa rata-rata PSK asing itu dipekerjakan sebagai pendamping karaoke namun bisa di-booking. Para PSK asing ini masuk ke Batam berbekal paspor dan visa kunjungan atau turis, bukan visa pekerja.

Saat mereka kembali ke negaranya, mereka membawa uang hasil kerja selama berada di Indonesia.

“Mereka ini kan ilegal, merugikan negara. Masuk pakai visa turis tapi bekerja. Hasil kerjanya dibawa balik lagi ke negaranya,” ujarnya. Belum lagi soal keberadaan mereka yang tidak terkontrol masuk ke Indonesia.

Dari segi kesehatan, lanjut Musofa, tak ada yang bisa menjamin keberadaan PSK asing itu bebas dari penyakit-penyakit seksual atau penyakit menular.

“Batam memang tidak lepas dari dunia malamnya. Tapi tetap kita mesti antisipasi penyakit-penyakit yang tidak kita inginkan itu,” kata Musofa.

Musofa membenarkan pernyataan pihak Imigrasi, jika jalur masuk PSK asing ini tidak melalui pintu masuk Batam. Mereka masuk melalui Jakarta. Menurut Musofa, PSK asing ini bagian dari suatu sindikat. Ada orang-orang tertentu yang sengaja mengimpornya. Saat tiba di bandara, mereka dikawal.

“Jadi mereka bukan datang sendiri. Di depan saya waktu itu lewat lima orang. Ada yang bawa, dua laki-laki, Indonesia,” ujarnya. Anggota Komisi I DPRD Kota Batam lainnya, Lik Khai menambahkan, kian hari keberadaan PSK asing di Batam makin bertambah.

 

Kebanyakan PSK asing itu berasal dari negara Vietnam, Filipina dan Tiongkok. Lik Khai menyesalkan lemahnya pengawasan terhadap keberadaan PSK asing di Batam. Jika hal ini dibiarkan, akan membuat persepsi Batam menjadi buruk.

“Batam kan bukan dibuat sebagai kota seks. Sudahlah mereka masuk pakai visa turis, tarif mahal, keberadaan mereka kan nggak bisa menambah pendapatan daerah juga,” kata Lik Khai.

Lik Khai menginginkan ada tindakan tegas dari pihak Imigrasi ataupun aparat keamanan terkait hal ini.

Bukan sekadar razia PSK asing atau pengetatan di jalur pintu masuk dari dan menuju Batam, tetapi di tempat hiburan dalam operasi tangkap tangan seperti di Jakarta. Seperti beberapa waktu lalu, Polda Metrojaya berhasil membongkar sindikat PSK asal Maroko di Jakarta. RED - PARLEMENTARIA

 

Copyright © 2017 SEKRETARIAT DPRD KOTA BATAM · All Rights Reserved