KATEGORI

Ketua DPRD Paparkan Kinerja DPRD Kota Batam Sempena HUT Ke-17 Pada Dialog Interaktif

image

 

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) DPRD Kota Batam yang ke-17 tahun 2017, digelar beragam kegiatan diantaranya Dialog Interaktif, Pertandingan Tenis Meja, Lomba Paduan Suara, Lomba Rebana, Pameran Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri, Pameran Lukisan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan lainnya.

Mengawali rangkaian HUT DPRD Kota Batam, yakni pembukaan sekaligus dialog interaktif, Kamis (19/10) yang dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Batam Nuryanto, dan Wakil Ketua DPRD Kota Batam,

Kepala Kadin Batam Jadi Rajagukguk, Ketua PWI Kepri Ramon Damora, Direktur Politeknik Batam, Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, dan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD).

"Maksud dan tujuannya dilaksanakan rangkaian acara ini untuk meningkatkan silahturahmi dan membangun harmoni antar seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Kota Batam," kata Nuryanto dalam sambutan pembukaannya.

Mengambil tema "Harmoni dalam Kebersamaan" menurutnya mengandung makna keharmonisan masyarakat yang berbeda latar belakang suku, agama dan budaya tetap saling menghormati sehingga tercipta kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu rangkaian acara yaitu pameran seni rupa yang bekerja sama dengan ISI Yogyakarta. Rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan dari tanggal 14 Oktober, dan akan ditutup pada 31 Oktober yang berpusat di Gedung DPRD Kota Batam.

"Saya bersyukur dengan HUT DPRD ke-17 ini, kami dipertemukan dengan ISI Yogyakarta yang ikut serta berpartisipasi," pungkasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Dr Suastiwi mengatakan saat ini keberadaan seni tradisi masih dipandang sebelah mata, dan belum mendapat apresiasi yang cukup dari masyarakat. Padahal era ekonomi kreatif memberi peluang untuk mengangkat seni tradisi.

"Seni tradisi menjadi aset bagi pengembangan ekonomi kreatif. Perpaduan kepentingan ini memungkinkan eksplorasi aspek estetis, pelestarian, dan ekonomi seni tradisi," ujarnya.

Ia menambahkan, seni tradisi juga masih dihargai rendah dari sisi ekonomi. Sebenarnya seni tradisi merupakan inspirasi kreatif yang mengandung nilai-nilai budaya yang tidak akan ada habisnya digali.

Namun, masyarakat umum masih memandang seni tradisi sebagai sesuatu yang usang dan kuno. Masih ada kesenjangan informasi tentang seni tradisi. Literatur ringan tentang seni tradisi yang mudah dipahami masyarakat masih sangat terbatas.

"Untuk itu, kami menyelenggarakan Pameran Lukisan Seni Rupa yang menampilkan seni tradisi unggulan. Ini agar seni tradisi bisa dikenal dan diapresiasi masyarakat. Seniman seni tradisi juga bisa berinteraksi dengan pemangku kepentingan terkait," tutupnya.

Tampil sebagai pembicara dalam dialog tersebut, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk, Direktur Politeknik Negeri Batam Prof Dr Priyono Eko Sanyoto, Ketua PWI Kepri Ramon Damora dan Ketua DPRD Batam Nuryanto.

Dalam pemaparannya, Nuryanto menyebutkan harmoni dalam kebersamaan itu sangat penting di tengah ujian (melesunya ekonomi, red) yang menimpa Kota Batam. Meski penduduk Batam sedikit tetapi semua suku ada, tapi harmoni dengan kebersamanan yang utuh harus tetap dijaga.

"Seharusnya sudah bersatu, kami (Pemko-BP dan DPRD) ini pelaksana penyelengagara pemerintah. Kalau selama ini tidak harmoni itu ada permasalahan personal. Harmoni itu melalui proses, kebersamaan itu selalu menjalin kerja sama dengan baik. Kami harap dengan pergantian kepala BP Batam kondisi ini bisa berubah," ujarnya.

Ia juga berharap ada Peraturan Pemerintah (PP) dalam mengatur hubungan kerja antara BP Batam dan Pemko Batam. Secara otomatis DPRD akan membarengi harmoni dalam kebersamaan. (HUMAS/HK)

 

 

Fri, 20 Oct 2017 @19:26


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+6+7

Copyright © 2017 SEKRETARIAT DPRD KOTA BATAM · All Rights Reserved