KATEGORI

Ranperda Kampung Tua Batam Disetujui dan Dibahas Lebih Lanjut

image

SECARA umum pendapat Pemerintah Kota (Pemko) Batam atas penyampaian pengusul terhadap Ranperda inisiatif DPRD Kota Batam tentang Penataan dan Pelestarian Kampung Tua disetujui Sehingga dapat dilakukan pembahasan ke tahap berikutnya.

"Kami juga perlu mengingatkan kita semua bahwa, pertama penataan dan pelestarian Kampung Tua di daerah memerlukan suasana kebatinan yang tenang. Mendukung aspirasi masyarakat berdasarkan perilaku kemudian dapat dirumuskan menjadi bentuk pola pergaulan," ujar Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam sidang paripurna, Senin (11/2).

Amsakar mengakui perlu juga menjadi pertimbangan yang matang, dimana saat ini sedang dihadapkan dengan proses melangsungkan pesta demokrasi. Baik proses Pemilu Presiden dan Pemilu Legilatif. Maka sangat dimungkinkan terjadi kondisi minimnya perhatian masyarakat terhadap ranperda ini.

"Dikhawatirkan malah terjadi terlalu tingginya ekspektasi masyarakat, dan hal ini berpotensi terjadinya bias terhadap tujuan Ranperda itu sendiri, yaitu antara realita kepentingan masyarakat dengan agenda pesta demokrasi di daerah," kata Amsakar.

Kedua, lanjut dia, penataan dan pelestarian Kampung Tua di Kota Batam, tidak lepas dari perlunya regulasi penataan ruang daerah. Sebagai bentuk konkret kebijakan daerah terhadap pola pemanfaatan ruang yang diperuntukan bagi lokasi yang memenuhi kriteria dan citra sebagai Kampung Tua.

"Hal ini diperlukan karena memang konsep penataan dan pelestarian Kampung Tua merupakan kebijakan daerah untuk pelestarian budaya dan aspek kesejarahan daerah. Juga tidak dapat dilepaskan dengan aspek spesialnya dan interelasi spesial dengan wilayah lain yang dinamis dalam suatu konteks atau kerangka besar kebijakan Pemanfaatan Ruang di Daerah," paparnya.

Amsakar menambahkan keberadaan regulasi tata ruang daerah menjadi sesuatu yang diperlukan untuk menjadi salah satu dasar pengaturan tentang kampung-kampung tua dimaksud.

"Pemerintah Kota Batam mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DPRD Kota Batam khususnya kepada Saudara Harmidi," ungkapnya.

Hal ini mencerminkan bahwa adanya perhatian dari pengusul untuk melindungi eksistensi adat istiadat, budaya Melayu, arsitektur bangunan, dan situs serta lingkungan tempat tinggal penduduk asli Kota Batam. Diharapkan dapat memperkuat jati diri masyarakat Kota Batam.

"Saudara Pimpinan dan Anggota Dewan yang kami hormati, dalam pandangan ini dengan mempertimbangkan 2 aspek tersebut di atas, dengan ini Pemerintah Kota Batam pada prinsipnya sependapat dengan usulan pengusul dan kiranya dapat dilakukan pembahasan tindak lanjut sesuai peraturan perundang-undangan dan Tata Tertib DPRD," katanya.

Amsakar menambahkan dalam penyelesaian ranperda ini harus sesuai dengan kaidah-kaidah. Ia juga meminta kepada DPRD Kota Batam, khususnya pengusul, kiranya dapat dilakukan penundaan pembahasan di DPRD sampai selesainya proses Pemilu Presiden dan Legislatif.

"Oleh karenaitu, kami berharap kiranya DPRD Kota Batam dapat mengagendakan kembali proses selanjutnya berdasarkan usulan dari Pemerintah Kota Batam sesuai dengan Tata Tertib yang berlaku di DPRD," tegas Amsakar. HUMAS-TRI

 

 

Copyright © 2019 SEKRETARIAT DPRD KOTA BATAM · All Rights Reserved